Rabu, 17 Desember 2008

Aku Jadi Ketagihan Ngentot

Aku seorang pelajar SMP kelas II, namaku Rima. Kata orang aku cantik, kulitku kuning, hidungku bangir, sepintas aku mirip Indo. Tinggiku 160cm, ukuran Bhku 34, cukup besar untuk seorang gadis seusiaku. Aku punya pacar, Dino namanya. Dia kakak kelasku, kami sering ketemu di sekolah. Dino seorang siswa yang biasa-biasa saja, dia tidak menonjol di sekolahku. Prestasi
belajarnyapun biasa saja. Aku tertarik karena dia baik padaku. Entah kebaikan yang tulus atau memang ada maunya. Dia juga mencoba mendekatiku. Di sekolah, aku tergolong populer. Banyak siswa cowok mencari perhatian padaku. Tapi entah mengapa aku memilih Dino. Singkatnya, aku pacaran dengan Dino. Banyak teman-teman cewekku menyayangkannya, padahal masih ada si Anto yang bapaknya pejabat, Si Danu yang juara kelas, Si Andi yang jago basket, dan lainnya. Entah mengapa aku tidak menaruh perhatian pada mereka-mereka itu.
Aku dan Dino telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Pacaran kami sembunyi-sembunyi, ya karena kami masih SMP jadi kami masih takut untuk pacaran secara terang-terangan. Orang tuaku sebenarnya melarangku untuk berpacaran, masih kecil katanya. Tetapi apabila cinta telah melekat, apapun jadi nikmat. 

Hari Sabtu sepulang sekolah aku janjian sama Dino. Aku mau nemanin dia ke rumah temannya. Aku bilang ke orang tua bahwa hari Sabtu aku pulang telat karena ada les tambahan. Aku berbohong. Di tasku. telah kusiapkan kaos dan celana panjang dari rumah. Sepulang sekolah, aku ke wc dan mengganti seragamku dengan baju yang kubawa dari rumah. Dinopun begitu. Dari sekolah kami yang berada di perbatasan Jakarta Timur dan Selatan, kami naik bis ke
arah Cipinang, Jakarta Timur, rumah teman Dino. Sesampai disana, aku diperkenalkan dengan teman Dino, Agus namanya. Rumahnya sepi, karena orang tua Agus sedang ke luar kota. Agus juga bersama pacarnya, Anggi. Pembantunyapun pulang kampung, sesekali kakak Agus yang telah menikah, datang ke rumah sekalian menengok Agus dan membawakannya makanan. Kakaknya hari ini sudah datang tadi pagi dan akan datang lagi besok, demikian kata
Agus. Jadi hanya kami berempat di rumah itu. Kami ngobrol bersama ngalor ngidul. 

Tak lama kemudian, Agus dan Dino pergi ke dapur dan menyiapkan minuman untuk kami. Aku ngobrol dengan Anggi. Dari Anggi, aku tahu bahwa Agus telah berhubungan selama kurang lebih 1 tahun. Keduanya satu sekolah, juga di SMP hanya berlainan dengan sekolahku. 10 menit kemudian, Agus dan Dino kembali dengan membawa 4 gelas sirup dan dua toples makanan kecil. Setelah memberikan minuman dan makanan itu, Agus berdiri dan memutar VCD.
Film baru katanya. Aku enggak ngerti, aku pikir film bioskop biasa. Agus menyilakan kami minum. Aku minum sirup yang diberikannya. 10 menit berlalu, kepalaku pusing sekali, bersamaan dengan itu ada rasa aneh menyelimuti tubuhku. Rasa..hangat merinding di tv tampak adegan seorang wanita bule yang sedang dientot oleh 2 laki-laki, satu negro dan satu lagi bule juga. Aku berniat untuk pulang, tetapi entah mengapa dorongan hatiku untuk tetap menyaksikan film itu. Mungkin karena aku baru pertama kali ini nonton blue film. Badanku makin enggak karuan rasanya kepalaku serasa berat dan ah rangsangan di badanku semakin menggila .Aku lihat Agus dan Anggi sudah saling melepaskan baju mereka telanjang bulat di hadapan aku dan Dino.
Mereka saling berpelukan, berpagutan tampak Agus menciumi tetek Anggi yang mungil Agus lalu mengisep-isep pentilnya tampaknya keduanya sudah sering melakukannya . Mereka tampak tidak canggung lagi Anggi mengisep-isep peler Agus persis seperti kejadian di film blue itu . Anggi juga sepertinya telah terbiasa Kontol Agus bak permen, diisep, dikulum oleh Anggi Dino merapatkan tubuhnya kepadaku. 

"Rim .kamu sayang aku enggak?"tanyanya padaku. "Eh..emang kenapa, Din ?"kataku kaget karena aku masih asyik menyaksikan Agus dan Anggi "Aku pengen kayak gitu ."kata Agus sambil menunjuk pada Agus dan Anggi yang semakin hot. Tampak Agus mulai menindih Anggi, dan memasukkan batang kontolnya ke nonok Anggi. Dengan diikuti teriakan kecil Anggi, batang kontol itu masuk seluruhnya ke nonok Anggi. Gairahku melonjak-lonjak entah kenapa?
Seluruh badanku merinding ."Rima?"kata Dino lagi. "Eh enggak ah enggak mau malu ."kataku. "Malu sama siapa?"kata Dino. Tangannya mulai merayapi dadaku. Kutepis pelan tangannya. "Malu sama Agus dan Anggi tuh "kataku. "Ah mereka aja cuek ayo dong Rima aku sudah enggak tahan nih "kata Dino. "Ah..jangan ah "kataku. Gairahku makin tidak keruan mendengar erangan dan rintihan Agus dan Anggi. Tak terasa tangan Dino mulai membuka kancing bajuku. Entah kenapa aku membiarkannya sehingga bajuku terbuka. Aku hanya mengenakan BH dan celana
panjang jeans. Adegan di TV makin hot tampak sekarang seorang wanita asia di entot tiga orang bule dua orang memasukkan kontolnya ke memek dan pantatnya sedangkan yang satunya kontolnya lagi diisep oleh si wanita. Keempatnya terlihat sedang merasakan kenikmatan Tangan Dino mulai merayapi dan meremas-remas buah dadaku yang masih kencang dan belum pernah disentuh oleh siapapun. Aku menggelinjang, geli nikmat ah..baru pertama kali aku merasakan ini ."Buka Bhnya, ya sayang "pinta Dino. Aku mengangguk, aku jadi ingin
merasakan lebih nikmat lagi Dengan cekatan Dino membuka Bhku.. aku sekarang benar-benar telanjang dada. Dino mengisepi pentilku memencet-memencet buah dadaku yang masih kenyal dan bagus "Tetekmu enak bener, sayang belum pernah ada yang pegang yaa"kata Dino sambil terus meremas tetekku dan mengisepi pentilku "Belum Din ahhh enak Din terus terus..jangan berhenti ."kataku. Kenikmatan itu baru kali ini aku rasakan. Kulirik Agus dan Anggi, mereka
sekarang bermain doggy style. Anggi berposisi nungging dan Agus menusuknya dari belakang terdengar erangan dan eluhan mereka Gairahku makin menggila "Buka celanamu ya sayang aku udah pengen nih "pinta Dino. "Jangan Din takut ."kataku. "Takut apa sayang?"kata Dino. "Takut hamil "kataku. "Enggak Din, aku nanti keluarnya di luar memekmu sayang kalo hamilpun aku akan tanggung jawab, percayalah "katanya. 

Aku diam saja Dino mulai membuka ristleting celanaku, aku diamkan saja .tak lama kemudian, dia memerosotkan celanaku tampak memekku yang menggumpal dengan jembut yang lumayan tebal. Dino pun memerosotkan celana dalamku Aku benar-benar polos bugil. Dinopun membuka
seluruh bajunya, kami berdua telanjang bulat .Tangan Dino tetap meremas-remas tetekku Kulirik Agus dan Anggi, eh mereka bersodomi Anggi sudah biasa bersodomi rupanya kulihat kontol Agus maju mundur di pantat Anggi sedangkan tangan kiri Anggi mengucek-ucek memeknya sendiri yang sudah basah Erangan mereka terdengar makin sering .Dino terus mengerjaiku, tangannya mulai merayapi jembutku. Salah satu jarinya dimasukkan ke nonokku
"Ah..sakit, pelan-pelan, Din.."teriakku ketika jari itu memasuki nonokku. Dino agak sedikit mengeluarkan jari itu dan bermain di bibir kemaluanku tak lama kemudian nonokku basah . "Din, isep dong punyaku "pinta Dino sambil menyodorkan kontolnya ke mukaku. "Ah..enggak ah "kataku menolak. "Jijik ya? Punyaku bersih kok ayo dong Anggi saja berani tuh "pinta Dino memelas.

Dengan ragu aku pegang kontol Dino. Baru sekali ini aku memegang punya laki-laki. Ternyata liat dan keras. Kontol Dino sudah berdiri tegang rupanya. "Ayo dong Rima sayang "pinta Dino lagi. Dengan ragu kumasukkan kontol itu ke mulutku, aku diamkan kontol itu sambil kurasa-rasa. Ih, kenyal "Hisap dong sayang seperti kamu makan permen "Dino mengajariku. Pelan-pelan
kuisap-isap, kujilati bolong kontol itu dengan lidahku lama kelamaan aku merasa senang mengisapnya kuisep keras-keras..kusedot-sedot, kujilati .kumaju mundurkan kontol itu di dalam mulutku terdengar berulang kali erangan Dino. "Ah ah .uuuhhh enak sayang teruskan .." erang Dino. Tangan Dino terus mengucek-ucek nonokku. Sudah tidak sakit lagi sekarang, mungkin
sudah basah Aku jadi senang mengisap kontol Dino terus kulomoh kuisap..kujilati kusedot-sedot ih..enak juga, pikirku Tiba-tiba Dino menarik kontolnya dan mengarahkannya ke nonokku Aku pasrah, dimasukkannya kontolnya ternyata meleset, Dino melumuri tangannya dengan ludahnya kemudian tangannya itu diusapkan ke kontolnya dan mencoba lagi memasukkan kontolnya ke liang nonokku, ketika kepalanya masuk ke nonokku, aku berteriak"Aduuh sakit Din pelan-pelan dong " Gairah semakin meninggi .aku ingin merasakan kenikmatan lebih .Dino melesakkan kontolnya ke nonokku pelan kurasakan sesak nonokku ketika kepala kontol itu masuk ke dalamnya Dino lagi menghentakkan kontolnya sehingga amblas semuanya ke dalam nonokku ."Ahhh perih Din "kataku. Dino diam sebentar memberikan waktu kepadaku untuk menenangkan diri. "Tenang Din, sebentar lagi kamu akan terbiasa kok "katanya. Pelan-pelan Dino mengocok
kontolnya di nonokku. Masih terasa perih sedikit kocokkan Dino semakin kencang Aneh, perih itu sudah tidak terasa lagi, yang ada hanya rasa nikmat nikmat sekali "Terus Din Terus ahhhh ah .enak ."kataku. Sempat kulirik Agus dan Anggi masih terus bersodomi. Gimana rasanya disodomi ya, pikirku Agus semakin menggencarkan kocokkanyya Aku semakin menggelinjang .ah ternyata ngentot itu nikmat .surga dunia coba dari dulu.. kataku dalam hati ."Din ah
.ah .aku aku ."entah apa yang aku ingin ucapkan. Ada sesuatu yang ingin kukeluarkan dari nonokku entah apa "Keluarkan saja sayang kamu mau keluar ."kata Dino. "Ahh iya Din aku mau keluar .."tak lama kemudian terasa cairan hangat dari nonokku . 

Dino terus mengocok kontolnya kuat juga pacarku ini, pikirku. "Satu nol, sayang"kata Dino tersenyum. Dino mencopot kontolnya, aku sedikit kecewa "Kenapa dicopot Din.."tanyaku. "Kita coba doggy style, sayang "jawabnya sambil membimbingku berposisi seperti anjing. Dino menusukan kontolnya lagi sekarang badanku terguncang-guncang keras terdengar erangan
keras dari Anggi dan Agus, mereka ternyata telah mencapai puncaknya kulihat peluh bercucuran dari kedua tubuh mereka, dan akhirnya mereka terkapar kenikmatan tampak wajah puas dari mereka berdua Aku sudah hampir tiga kali keluar Dino tampak belum apa-apa dia terus mengocok kontolnya di memekku. Sudah hampir ¾ jam aku dientot Dino, tapi tampaknya Dino belum menunjukkan akan selesai. Kuat juga aku lemes sekali lalu Dino mencopot lagi kontolnya dan mengambil baby oil yang tersedia dekat kakinya. Aku ingat baby oil itu
dipakai untuk melumuri pantat Anggi ketika mau disodomi .eh apakah aku mau disodomi Dino? "Mau ngapain Din "tanyaku penasaran ."Seperti Anggi dan Agus lakukan, Rima aku ingin menyodomimu sayang "jawabnya. Sebenarnya aku takut, tapi terdorong rasa gairahku yang melonjak-lonjak dan keingin tahuanku rasanya disodomi, maka aku mendiamkannya ketika Dino mulai mengolesi lubang pantatku dengan baby oil. Tak lama kemudian, kontol Dino yang masih keras itu diarahkan ke pantatku meleset dicoba lagi kepala kontol Dino tampak mulai merayapi lubang pantatku "Aduuuh sakit Din "kataku ketika kontol itu mulai masuk pantatku. "Tenang sayang nanti juga enggak sakit "jawab Dino sambil melesakkan bagian kontolnya kepalanya sudah seluruhnya masuk ke pantatku "Aduuuhh sakiiiitt "kataku lagi. "Tenang Rim, nanti enak deh..aku jadi ketagihan sekarang "kata Anggi sambil mengelus rambutku dan menenangkanku. "Kamu sudah sering disodomi, Nggi?"tanyaku. "Wah bukan sering lagi hampir tiap hari kadang aku yang minta abis enak sih udah tenang saja ayo Dino coba lagi nanti pacarmu pasti ketagihan ayo.."kata Anggi sambil menyuruh Dino mencoba lagi. 

Dino mendesakkan lagi kontolnya sehingga seluruhnya amblas ke pantatku. Terasa perih di pantatku ."Tuuh kan sudah masuk tuh enak kan nanti pantatmu juga terbiasa kok kayak pantatku ini enak kan jadi enggak ada hari libur, kalo lagi mens-pun tetap bisa dientot hi hi
hi "kata Anggi. Aku diam saja. Ternyata sakit kalo disodomi .Dino mulai mengocok kontolnya di pantatku. "Pelan-pelan, Din masih sakit "pintaku pada Dino. "Iya sayang enak nih sempit"katanya. Anggi ke belakang pantatku dan mengucek-ucek nonokku dengan tangannya aku semakin menggelinjang nikmat "Anggi ah .enak "kataku. "Ayo Din, kocok terus, biar aku mengucek nonoknya, biar rasa sakit itu bercampur rasa nikmat"kata Anggi pada Dino. Benar
sekarang rasa sakit itu tidak muncul lagi hanya nikmat ."Hai sayang ini ada lobang nganggur mau pake? Boleh kan Dino? Lubang yang satu ini dipake pacarku Agus "kata Anggi. "Tanya Rima saja deh, aku lagi asyik nih"jawab Agus sambil terus mengocok kontolnya di pantatku. "Gimana Rima? Bolehkan? Enak lo di dobelin aku sering kok "pinta Anggi. "Ah..jangan deh "kataku.
"Sudahlah Rima, kasih saja aku rela kok"kata Dino. Tiba-tiba Agus merayap di bawahku dan menciumi tetekku. Kontolnya dipegang oleh Anggi dan diarahkan ke nonokku. Dengan sekali hentakan, kontol itu masuk ke nonokku. "Jaang "kataku hendak berteriak jangan tetapi terlambat, kontol itu sudah masuk ke nonokku. Jadilah aku dientot dan disodomi . ½ jam Agus dan Dino mengocok kontolku. Aku lemes sekali baru sekali dientot sudah diduain tanganku sudah tidak kuat menopang badanku. Kakiku lemes sekali. Kenikmatan itu sendiri tidak ada
duanya .aku sebenarnya jadi senang dientot berdua begini tapi mungkin kali ini kurang siap.

Aku keluar 2 kali sebelum Agus mencopot kontolnya dan memasukkan kontolnya ke mulut Anggi. Anggi menghirup peju yang keluar dari kontol Agus dengan nikmat. Kemudian Dino melakukan hal yang sama, tadinya aku ragu untuk menghirupnya, tapi lagi-lagi rasa penarasan pada diriku membuatku ingin rasanya menikmati pejunya Dino. Dino memuntahkan pejunya di
mulutku akupun menelannya. Ah..rasanya asin dan agak amis setelah kontolnya bersih, Dino mencopot kontolnya dan menciumku yang sudah KO di kasur. "Terima kasih sayang aku puas dan sayang sama kamu "katanya lembut. Aku diam saja sambil merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan. Badanku lemes sekali Kulihat di seprai ada bercak merah..darah keperawananku dan mungkin bercampur dengan sedikit darah dari pantatku yang mungkin juga sobek karena dirasuki kontol Dino. Aku mencoba duduk, ah masih terasa sakit di kedua lubangku itu, lalu aku menangis di pelukan Dino ."Din, aku sudah enggak perawan lagi sekarang jangan tinggalkan aku yaa ."kataku pada Dino. Kulihat Anggi dan Agus sudah tidur berpelukan dalam keadaan telanjang bulat.  
   
"Iya sayang aku makin cinta sama kamu aku janji enggak akan meninggalkanmu tapi kamu harus janji yaa "katanya. "Bener Din? Kamu enggak ninggalin aku? Tapi janji apa ?"kataku balik bertanya. "Janji, kita akan mengulangi ini lagi aku bener-bener ketagihan sekarang sama nonokmu dan juga pantatmu, sayang "kata Dino sambil mengelus rambutku. Aku diam saja, aku juga ingin lagi..aku juga ketagihan kataku dalam hati. "Janji ya sayang "katanya lagi mendesakku. Aku hanya mengangguk. "Sudah jangan nangis sekarang kamu mau langsung pulang atau mau istirahat dulu?"tawar Dino. Aku pilih istirahat dulu lalu akupun tertidur berpelukan dengan Dino. Hari ini baru pertama kali aku berkenalan dengan sex. Ternyata enak dan nikmat.

Hari-hari selanjutnya tidak pernah kami lewatkan seharipun tanpa ngentot dan sodomi. Aku jadi ketagihan begitu pula Dino. Kadang kami melakukannya di WC sekolah, di kelas ketika seluruh siswa dan guru telah pulang, di jok motor Dino, di hotel dan disetiap kesempatan. Aku merasa pusing dan sulit konsentrasi bila tidak dientot. Prestasi belajarku jadi menurun bila sehari
tidak dientot. Ngentot jadi candu buatku. Pernah beberapa hari Doni tidak masuk, sakit. Aku kelabakan. Akhirnya aku ke pasar dan membeli beberapa buah timun dan terong ungu. Aku melakukannya dengan timun dan terong itu untuk memuaskan keinginan ngentotku, tapi aku merasakan ada yang kurang aku jadi ketagihan juga dengan peju peju laki-laki jadi vitamin buatku aku ingin nyepong ingin minum peju Sampai pada suatu hari, aku pulang sekolah, dijalan
aku berpapasan dengan sekumpulan anak muda yang memang sering nongkrong di jalan itu. Mereka ada 3 orang dan menyapaku "Hai Rima, baru pulang nih? Kok sendiri?"kata salah satu dari mereka, kalo enggak salah Toto namanya. Aku tahu karena memang mereka anak-anak muda sekitar daerahku. Mereka rata-rata anak SMA,bahkan Toto mungkin sudah lulus beberapa tahun yang lalu. "Eh iya nih lagi ingin sendiri"kataku. "Kami temani mau?"kata mereka bertiga. Entah kenapa nonokku berdenyut-denyut melihat tubuh-tubuh mereka yang rata-rata
atletis. "Hmm boleh deh, sekalian jadi temen ngobrol "kataku. 

Lalu kami berempat berjalan beriringan menuju rumahku. Daerah pemukiman rumahku memang
sangat sepi, hampir tiap siang seperti kota mati. Jadi aku berjalan tidak ada yang memperhatikan. Jalanku memang sudah agak ngegang, mungkin karena sering disodomi oleh Dino. Sampai di rumah, demi menghormati tamu aku menyilakan mereka masuk. Merekapun duduk-duduk di teras. Toto, Andi dan Bambang nama mereka, ketika kami berkenalan di jalan. Aku masuk ke dalam untuk mengambil minuman buat mereka. Ternyata rumahku sepi, dan dikonci. Untung aku punya serep kunci, jadi aku bisa masuk. Kulihat di meja ada pesan tertulis dari bokapku. Katanya ada saudaranya yang meninggal, jadi bokap, nyokap dan kakakku pergi keluar kota mungkin besok sudah pulang. Aku ditinggali uang untuk jajan dan makanku. Wah..iseng nih aku suruh masuk ketiga rekanku tadi. Lalu aku ke kamar mandi, enggak tahan aku sudah lama enggak dientot lalu kuambil timun persediaanku kucolokkan ke pantat dan
nonokku ah gairahku agak mengendor sekarang kukocok-kocok timun itu sampai
aku puas sendiri. Tanpa disadari, perbuatanku itu dilihat oleh Bambang.

Tadinya dia mau numpang buang air kecil, ketika di wc, pintunya terbuka dan dilihatnya aku sedang bermasturbasi dengan telanjang bulat. Aku jadi malu dan sambil berbisik menyuruhnya menutup pintu. Lalu aku memakai handuk dan keluar. Bambang masih ada di depan pintu WC. "Rim..lagi ngapain kamu tadi?"tanyanya. "Eh ah enggak lagi ngapa-ngapain ngintip yaa"kataku. "Enggak sengaja, aku ingin pipis sudah kebelet kamu lagi coli yaa?"tanyanya lagi. "Eh sok tahu luh,"kataku. "Rim, daripada coli, gue mau nolongin elo nyolok nonok elo kan daripada pake timun mendingan pake urat "katanya sambil mendekatiku. "Uh..enak aje luh " kataku. "Ayo dong, gue belon pernah nyobain nih dikiiit ajah "katanya. "Masak iya sih belon nyobain? Kalo laki kan biasanya sering "tanyaku. "Berani sumpah deh "kata Bambang lagi sambil memegang pundakku. 

Ah kenapa aku jadi terangsang begini kataku dalam hati setelah merasakan gairahku melonjak-lonjak. Aku diamkan Bambang ketika tangannya mulai merayap ke dadaku. "eh jangan Bang entar yang lain ngeliat "kataku sambil ancang-ancang mau lari ke kamarku. Dihentakkannya handukku hingga terlepas. Aku bugil di depannya. Tak mungkin aku lari, karena akan ketahuan oleh Toto dan Andi. Tanganku ingin meraih handukku dilantai. Dengan sigap, Bambang mengambil terlebih dahulu handuk itu dan melemparkannya ke tempat yang jauh dari jangkauanku. Lalu dia mendekapku. "Ayolah Rim aku enggak tahan nih liat tubuhmu kamu juga sudah enggak perawan kan? Tadi aku lihat kamu nusuk-nusuk nonok dan pantatmu ayo dong ."kata Bambang. Mungkin karena sudah hampir seminggu aku enggak dientot. Aku lalu
berkata"eh..tapi..pelan-pelan ya..jangan ketahuan Toto dan Andi disana
saja". 

Jariku menunjuk meja makan. Bambang membopongku sambil menciumi tetekku. Aku menggelinjang dan aku merasakan seperti menemukan setetes air di padang gurun. Aku direbahkan di meja makan, Bambang membuka bajunya. Tampak gumpalan-gumpalan otot di lengan dan bahunya. Perutnya pun berkotak-kotak. Bambang mulai meremasi tetekku ah nikmat bener aku menciumi bibirnya lalu Bambang mengisepi pentilku..isepannya lebih dahsyat dibanding Dino dia menarik-narik pentilku, menggigit-gigitnya. Aku merintih, mengerang
ah..akhirnya aku dientot juga pikirku Dino maafkan aku yaa aku jadi enggak bisa tenang kalo enggak dientot tapi cintaku tetap padamu Din..kataku membatin. Tiba-tiba pintu dapur terkuak, aku dan Bambang kaget, takut keluargaku yang masuk, ternyata Toto dan Andi yang masuk, mereka sebenarnya ingin pamit dan mencari Bambang tetapi mereka menemukan Bambang sedang menikmati tubuhku. Tanpa basa-basi mereka akhirnya membuka baju dan
celananya. "Wah asyik juga nih, aku minta bagian juga ya Rim "kata Toto Aku pasrah, mau diapain lagi, akhirnya mereka minta dilayaniku. Bambang sudah menusukkan kontolnya ke nonokku dan sudah mulai mengocoknya. Toto dan Andi berdiri di samping kiri dan kananku. Aku tergeletak di meja makan. Toto dan Andi menyorongkan kontolnya, aku tahu mereka minta disepong. Aku sepong kontol mereka bergantian Bambang terus mengocokkan kontolnya. Tiga pasang tangan meremas-remas tetekku yang sekarang berukuran 38. Pentilku
ditarik-tarik. 

15 menit kemudian Bambang mencabut kontolnya, dia mau keluar rupanya. Kutarik tangannya Bambang, dan dia mengerti, lalu memasukkan kontolnya ke mulutku. Tak lama kemudian creeett pejunya membasahi mulutku. Aku menghirupnya ah..akhirnya aku bisa minum peju lagi aku tersenyum sendiri nikmat Setelah kontolnya bersih, Bambang duduk di bangku dan menciumi
wajahku. Giliran Toto mengentotku, ..dikocokkan kontolnya di nonokku Mulutku terus mengisep kontol Andi badanku berguncang-guncang karena gerakan tubuh Toto yang mengocokkan kontolnya di nonokku. Terdengar erangan Toto dan Andi. Aku sudah 2 kali keluar kurang lebih 12 menit kemudian, Toto mencabut kontolnya dan aku meminum pejunya. Ketika Andi hendak mengentotku, aku turun dari meja makan dan berposisi nungging. "Ndi, tolong sodok pantatku nih "pintaku. Tanpa banyak bicara, Andi menyodokkan kontolnya ke pantatku. "Wah, kamu sudah biasa disodomi ya, kok gampang bener masuknya"kata Andi. "Eh..iya ayo dong kocokkin punyamu "kataku. Andi mengocokkan kontolnya di nonokku pelan makin lama makin kencang. "Ah..a .ah enak Ndi, terus "kataku. Andi mengerang, merejang..nikmat. "Rim, gue pengen lagi nih, bolehkan"kata Bambang tiba-tiba. "Iyaa .ah colok lagi deh ..masih ada satu lubang tuh
"kataku. 

Bambang tidur dengan muka menghadap tetekku yang bergoyang-goyang. Dimasukkkan kontolnya ke nonokku. Amblas sudah keduanya mengocokkan kontolnya. Badanku berguncang hebat kepalaku kekanan dan kiri merasakan nikmat yang hampir seminggu ini tidak kurasakan .Aku lagi dikerjai dua orang "Gantian Ndi, gue pengen nyobain lubang pantatnya nih!"kata Bambang. Andi nurut dan berganti posisi. Andi di bawah dan Bambang masuk lubang atas.
Kembali mereka mengocokku. 20 menit kemudian Andi dan Bambang secara bergantian memasukkan kontolnya ke mulutku. Aku menghirupnya kembali. Ahhh nikmat .Setelah selesai, mereka memakai bajunya kembali dan aku ke kamar untuk pake baju. 5 Menit kemudian, aku pake daster tipis tanpa dalaman apa-apa dan menemani mereka ngobrol. Aku enggak malu lagi, karena mereka sudah memakaiku. "Rim, kamu sudah pengalaman ya? Enak lo goyangannya boleh minta lagi enggak?"tanya Toto. "Idih..ketagihan boleh saja asal tahu diri
"kataku cuek. "Maksudmu "kata Toto. "Kalau aku lagi sepi dan rumah ini kosong, boleh deh "jawabku. "Beres deh, cihuy "kata Toto girang. Aku tersenyum saja. "Kamu ngobrol jangan pake baju deh Rim abis percuma, bajumu tipis bener "kata Andi. "Bener nih..?"kataku sambil membuka bajuku. Akhirnya aku menemani mereka ngobrol tanpa baju. Terkadang mereka memencet tetekku, mengisep nonokku. Aku cuek saja "Eh, kejadian ini dirahasiakan yaa kalo
sampe bocor, elo-elo enggak bakalan dapat jatah lagi dari gue"kataku pada mereka. 

"Tetek elo gede juga yaa padahal baru SMP kelas dua"kata Andi lagi. "Iya, gimana enggak gede dipencetin terus nih tetek cuman kok agak kendur yaa ada enggak sih obat yang bisa ngencengin?"kataku. "Emang kendur? Coba kupegang"kata Andi sambil memegang dan meremas tetekku diikuti oleh Bambang dan Toto. 3 pasang tangan meremas dan memencet-mencet tetekku. Aku jadi gelisah, gairahku bangkit lagi begitu juga mereka akhirnya aku dibopong oleh
Bambang dan mereka mengerjaiku lagi di kamarku. Jam 10 malam, mereka menyudahi mengentot dan menyodomiku aku tertidur diantara mereka. Lemes sekali badanku tiga orang kulayani dua ronde Toto tidur sambil mengisap pentilku. Bambang tidur sambil tetap kontolnya di nonokku. Andi tidur sambil kontolnya di mulutku. Jam 5 pagi, kami serempak bangun mereka minta jatah lagi, akhirnya sebelum mandi, aku layani lagi jam 6.30 selesai sudah, aku
dimandikan oleh mereka bertiga .Jam 7 kurang 15 aku diantar Bambang naik motor ke sekolah. Di sekolah, aku bisa konsentrasi dengan pelajaranku. Tenang pikiranku nonokku sudah tidak berdenyut lagi 

Ah sekarang aku duduk di SMA kelas I, aku sudah tidak pacaran lagi dengan Dino. Dia meninggal tabrakan ketika ikut balap motor jalanan. Kegiatan ngentotku masih berjalan. Aku semakin nyandu untuk dientot. Untung sekarang aku punya pacar yang bersedia melayani nafsu seksku. Tetekku sekarang berukuran 40-B. Badanku agak gemuk mungkin karena sering dientot dan minum pil KB. Sehari aku harus minimal tiga kali ngentot. Aku jadi seks maniak.
Kalo pacarku lagi enggan melayaniku, aku jadi sembarangan milih orang, tukang becak, tukang sampah sampai bos-bos pernah aku layani. Aku mau menghentikannya, tapi berulang kali aku gagal. Aku harus ke psikiater mungkin. Aku sudah layu, hancur tapi tidak kuasa untuk berhenti. Siswa-siswi yang lain mengisi hari-hari luangnya dengan kegiatan positif, aku mengisinya
dengan ngentot abis-abisan. Karena SMA ku agak jauh dengan rumahku, sekarang aku memilih kost. Aku mengontrak rumah kecil dan disana aku leluasa menampung setiap lelaki yang bersedia melayaniku 3 atau 4 kali sehari. Berulang kali aku kena penyakit kelamin, tapi aku selalu dapat sembuh. Nonokku sudah memble, lubang pantatku sudah enggak kebilang lebarnya. 

Tapi aku tetap tidak bisa meredam gejolak seksku yang makin menggila. Aku enggak bermimpi untuk bisa kawin suatu saat karena kupikir mana ada laki-laki yang mau dengan seks maniak sepertiku ini. Bambang, Toto dan Andi masih setia menemaniku dan menjadi pemuas hasratku. Walau aku masih SMA, tapi badanku sudah seperti ibu-ibu. Nilai-nilaiku tergolong tinggi di kelas tetapi itu terjadi apabila jatah ngentotku rutin. Sehari saja aku enggak dientot atau jatah ngentotku kurang, anjlok semua nilaiku. Uring-uringan sikapku. Jadi aku harus dientot setiap hari. Apakah nonok dan otak nyambung ?

Kadang-kadang aku ngentot sambil menghapal, dan itu cepat masuk dan nyangkut di kepalaku. Jadi dibelakang nonokku ditusuk aku membaca buku pelajaranku. Bisa tiga sampai lima mata pelajaran yang kuhapal habis ketika aku dientot. Ingin aku bisa mengendalikan nafsuku dan hidup normal tapi bagaimana caranya??

Dikutip dari http://gratis45.com/ceritacinta/cerita16.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar